Monday, March 11, 2019

Cara Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri pada Mahasiswa

    


 Perguruan tinggi merupakan Lembaga akademik dengan tugas utamanya menyelenggarakan pendidikan dan mengembangkan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan seni. Tujuan pendidikan sejatinya tidak hanya mengembangkan keilmuan, tetapi juga membentuk kecerdasan emosi, kepribadian kemandirian, keterampilan sosial, dan karakter Salah satu indikator mahasiswa yang cerdas secara emosional adalah memiliki kemampuan mengontrol diri dengan baik.
      Kontrol diri merupakan salah satu kemampuan dasar untuk bertahan hidup. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan mengendalikan emosi akan menjadi hambatan dalam hal berhubungan dengan orang lain. Mahasiswa yang tengah mengalami perubahan dari usia remaja menjadi dewasa harus memiliki kontrol diri yang baik untuk menyesuaikan diri pada lingkungannya. Indikator keberhasilan sebagal penanda tercapainya kemampuan mengontrol diri mahasiswa, antara lain:
a. Behavior control, Kontrol perilaku merupakan kemampuan untuk memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan bagi seseorang. Kemampuan ini menyangkut siapa dan bagaimana seseorang dapat mengendalikan situasi atau keadaan yang tidak menyenangkan tersebut.
b. Cognitive control, Kontrol kognitif ialah kemampuan untuk mengolah informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, menilai, atau memadukan suatu kejadian dalam kerangka kognitif sebagai suatu proses adaptasi psikologis untuk mengurangi tekanan.
c. Decisional control, Kontrol pengambilan keputusan adalah kemampuan untuk memilih suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujuinya. Pengendalian diri dalam menentukan pilihan akan berfungsi optimal dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan, atau kemungkinan pada diri individu untuk memilih berbagai kemungkinan tindakan dalam pengambilan keputusan.
d. Emotional control, Kontrol emosi yaitu kemampuan mengarahkan energi emosi keseluruh ekspresi yang bermanfaat dan dapat diterima secara sosial. Kontrol emosi dilakukan dengan cara menitikberatkan pada penekanan reaksi-reaksi yang nampak terhadap rangsangan yang menimbulkan emosi.
     Sebagai individu, mahasiswa perlu mengembangkan nalar dalam penilaiannya dan memanajemen diri untuk menghindari ledakan emosi, juga untuk menenangkan diri ketika sedang berada dalam kondisi kehilangan kontrol diri. Mahasiswa yang kehilangan kontrol diri dapat melukai orang lain dan mungkin membahayakan hubungan positif dengan orang lain. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mengontrol diri yaitu:
a. Berlatih mengontrol perilaku,  Mahasiswa dapat berlatih untuk mengendalikan diri dalam merespon suatu keadaan tertentu, misalnya ketika sedang merasakan amarah tetap mampu menahan keinginan, tidak membanting-banting benda/barang di sekitarnya namun mengalihkan pada hal-hal positif seperti membasuh muka dengan air, beribadah, relaksasi, mencari udara segar, dan lain-lain.
b. Berlatih mengendalikan kognitif, Mahasiswa mengendalikan diri untuk mengolah sebuah informasi sebagai media untuk mengurangi tekanan. Misalnya mahasiswa mengisi waktu dengan membaca akun media sosial yang berisi ilmu pengetahuan atau disesuaikan dengan hobi dan minat. Hal ini lebih bijak daripada sepanjang hari mahasiswa menghabiskan waktu untuk bermain game ketika sedang stres.
c. Berlatih mengambil keputusan, Mahasiswa dapat berlatih untuk memilih suatu tindakan tertentu yang telah diyakini. Misalnya mahasiswa dihadapkan pada beberapa permasalahan dalam satu situasi yang harus dipilh dengan mempertimbangkan skala prioritas dan resiko resiko yang terkecil.
Referensi:
Dr. Budi Astuti, M.Si.

2 comments:

  1. keren ni gan artikelnya,,semoga sampai ke jannah ilmunya...Aamiin..www. nyampling.com

    ReplyDelete