Muthmainah, M.Pd.
Berbagi Ilmu (Manfaatnya sampai ke Jannah)
Blog ini berisi ilmu yang insyaallah bermanfaat bagi siapa saja yang berniat untuk mencari nya.
Monday, April 8, 2019
Survive di Kampus Baru
Muthmainah, M.Pd.
Friday, March 22, 2019
Mencintai Sosok dalam Cermin
Monday, March 11, 2019
Cara Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri pada Mahasiswa
Kontrol diri merupakan salah satu kemampuan dasar untuk bertahan hidup. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan mengendalikan emosi akan menjadi hambatan dalam hal berhubungan dengan orang lain. Mahasiswa yang tengah mengalami perubahan dari usia remaja menjadi dewasa harus memiliki kontrol diri yang baik untuk menyesuaikan diri pada lingkungannya. Indikator keberhasilan sebagal penanda tercapainya kemampuan mengontrol diri mahasiswa, antara lain:
Dr. Budi Astuti, M.Si.
Saturday, January 19, 2019
Tips menjadi Mahasiswa Baru
Hai mahasiswa baru yang berbahagia, selamat bergabung di kampus tercinta. Abu-abu putih sudah berlalu, saatnya sekarang untuk kuliah. Apa yang kamu bayangkan tentang kuliah? Masuknya tidak harus dari pagi, kuliah nya tidak full dari pagi hingga sore (bahkan kadang kosong ya..), bajunya bebas, tidak perlu bawa buku paket, bolehlah dandan tipis-tipis (untuk cewek lho ya) dan lain sebagainya. Tapi apakah pada kenyataan nya begitu? Itu hanya sebagian kecil saja. Karena presepsi yang salah seperti itu, maka maba yang belum siap akan kewalahan ketika memasuki dunia perkuliahan dengan nyata. Pelajaran keteteran, tugas berantakan dan keuangan malah menipis. Itu semua terjadi karena tidak ada kesiapan mental dan kesalahan presepsi mengenai dunia perkuliahan.
Menjadi mahasiswa baru memanglah cukup menyenangkan. Tetapi di balik itu semua ada beberapa tantangan yang harus kamu hadapi. Nah, agar kamu semakin siap menjadi dan menghadapi tantangan sebagai mahasiswa, ayolah kita bahas bagaimana serunya kehidupan kuliah mahasiswa di tahun pertama.
1. Lingkungan Sosial yang Berbeda. Jika dulu waktu SMA teman-temanmu lebih bersifat homogen (karena biasanya juga berasal dari daerah atau lingkungan yang sana), nah di bangku perkuliahan temanmu akan lebih heterogen. Mereka berasal dari daerah yang berbeda, budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda dan banyak hal lagi yang berbeda. Kamu harus dapat berADAPTASI dengan baik tentunya. Tak kenal maka tak sayang bukan? Maka, inilah saatnya kamu memperluas pergaulan agar lebih banyak teman.
2. Cara Belajar yang Berbeda. Kalau kamu pikir sistem belajar pada masa SMA dengan masa kuliah itu sama, kamu harus mengubah pikiran itu dari sekarang. Karena pada kenyataannya hal ini sangat berbeda sekali. Kamu hanya cukup menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan sistem pembelajaran yang berbeda ini. Santai aja, lagi-lagi ini cuma butuh adapatasi saja ,kamu pasti bisa.
3. Berpakaian ala Mahasiswa. Hal pertama yang menjadi masalah mahasiswa baru adalah masalah fashion. Dimulai dari harus pakai baju apa, hingga harus menggunakan sepatu seperti apa. Hal ini terjadi karena biasanya setiap hari kamu selalu menggunakan seragam yang sama saat - pergi ke sekolah. Sedangkan disaat duduk di bangku kuliah kamu harus menggunakan baju yang tidak selalu sama seperti teman-teman kamu. Jika kamu bingung saat memillh baju apa yang akan kamu gunakan saat ke kampus. Sebaiknya kamu gunakan saja baju yang kamu anggap nyaman namun tetap harus sopan.
4. Bagaimana berkomunikasi dengan dosen. Ikuti kuliah dengan baik dan coba kenali karakteristik dosen mu. Dengan mengenall karaktersitik dosen mu maka kamu akan lebih mudah belajar dan berkomunikasi dengan dosen tersebut.
5. Kemandirian. Nah, ini biasanya kalian yang merantau jauh dari tempat kamu tinggal. Bagi yang biasanya selalu bersama keluarga, tetapi disaat sudah kuliah kamu dituntut harus menjadi pribadi yang mandiri dengan melakukan apapun sendirian. Disinilah kamu akan belajar lebih banyak lagi dan disini juga kamu akan menjadi pribadi yang mandiri.
Dunia perkuliahan memang seru kamu harus bertanggungjawab dengan dirimu sendiri. Selama kamu melakukan hal-hal positif sebagai mahasiswa dan menjadi mahasiswa yang aktif maka kamu akan menjadi mahasiswa hebat berprestasi dan lulus tepat waktu. Selamat menempuh semester baru.
Referensi:
Haryani, M.Pd.
Optimis menjadi Mahasiswa Perguruan Tinggi
Pertama, fokuslah pada kekuatan yang dimiliki. Saat mengalami masalah, pikirkan apa yang menjadi kekuatan kalian. Meskipun setiap orang memiliki kelemahan, fokuslah pada kelebihan yang dimiliki. Gali kelebihan tersebut, dan temukan sumber-sumber yang dapat kalian gunakan untuk memecahkan masalah.
Kedua, fokuslah pada apa yang bisa diubah. Orang sering terjebak pada sesuatu yang tidak dapat diubah. Meratapi nilai jelek yang diberikan dosen tidak akan mengubah apapun. Carilah hal-hal yang yang dapat kalian ubah. Cara belajar, gaya hidup, sikap, dan kemampuan berkomunikasi merupakan sebagian dari hal-hal yang dapat kalian ubah dan dapat mengubah kehidupan kalian.
Ketiga, yakinlah bahwa apapun masalahnya, akan ada jalan keluar dan dapat dicari pemecahannya. Carilah peluang, kesempatan, atau hal-hal yang tidak biasa .
Pertama, pada pagi hari setelah sholat atau berdoa, pikirkan hal-hal yang ingin kalian capai pada hari itu. Visualisasi kan seakan-akan hal tersebut dapat kalian capai. Luangkan beberapa menit untuk melakukan hal tersebut.
Kedua, perbanyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki pikiran positif dan optimisme. Energi positif dari orang-orang itu akan memengaruhi kalian untuk menjadi positif dan optimis. Kalian tidak perlu menghabiskan waktu dengan orang-orang yang suka mencela, mencari keburukan teman, atau memfitnah orang lain.
Keempat, bersyukurlah atas apapun yang kalian miliki saat ini, serta atas pencapaian hari ini. Lakukan hal itu setiap hari. Tidak perlu menunggu hasil besar atau prestasi gemilang untuk bersyukur. Bahwa kalian masih mendapat kesempatan bernafas dengan gratis itupun anugrah Tuhan yang perlu disyukuri.
Kelima, sebelum memejamkan mata di malam hari, pikirkan sejenak hal-hal positif yang telah kalian kalian alami hari ini serta pencapaian yang telah sesuai dengan harapan. Setelah itu, bersyukurlah atas hal itu dan berdoalah untuk kebaikan esok hari. Optimislah bahwa kalian pasti bisa.
Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si



